Cinta bukan berarti kita selalu berada di sisi orang yang kita cintai. Tapi cinta itu adalah tatkala kita berada dalam hati orang yang kita cintai. Jika jarak (yang jauh) tidak menambah rasa cintamu, berarti engkau memang belum mencintainya. Aku akan selalu mencintaimu walaupun penantian itu begitu lama, jika engkau memang bukan takdirku, maka aku bahagia telah memilihmu. . . . . . . . . . . Mohon maaf jika ada kekurangan π
Sebenarnya perasaan ini mulai memudar seiring berjalannya waktu. Entah mengapa, diri ini pun tak mengerti. Tidak dapat dipungkiri jika seseorang yang jarang berkomunikasi dan bertemu dapat mencintai dengan baik-baik saja. Entah bosan, rindu, atau menemukan cinta nya yang lain. Sungguh diri ini pun tidak tau bagaimana keadaan hati yang saat ini. Karena mungkin sejak engkau pergi perasaan ini mulai hilang. Mungkin engkau terlambat. Di saat perasaan ini mulai hilang engkau baru mengungkapkan yang nyatanya dari dulu “KITA” sudah memiliki rasa yang sama. Ternyata benar, bahwa kita harus tanggap dan cepat dalam menyikapi sesuatu sebelum sesuatu itu pergi dan hilang. Mungkin lelah, menunggu dan terus berharap dan tak mendapatkan kepastian. . . . . . . . . . . Mohon maaf jika ada kekuranganπ
Kita adalah dua orang yang sama-sama berlari Aku berlari mengejarmu Dan kamu? Kamu berlari menghindariku Gelap.. Aku menantimu seperti menanti cahaya Tak kan menyerah walau kini langkahku mulai melemah Tetapi.. Aku tak pernah merasa lelah Aku justru menikmati prosesnya Di sepertiga malamku Ku sempatkan waktu Menyebut namamu dalam setiap untaian doaku Agar kelak kau hidup bersamaku . . . . . . . . . . Mohon maaf jika ada kekurangan π
Komentar
Posting Komentar